Indonesian peoples thing..

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Goverment Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version.
Indonesian peoples thing..

Kemenangan Vietnam atas Pancis di Lembah Dien Bien Phu

E-mail Print PDF

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Medan Perang Lembah Dien Bien Phu Siapa sangka Tentara Rakyat Vietnam yang pada awalnya hanya pasukan gerilya primitif yang bersenjatakan alat sederhana seperti p edang, tombak, golok, arit dan 2 atau 3 pucuk senjata api dengan di pimpin oleh seorang guru sekolah menengah Bu Nguyen Chia (Vo Nguyen Giap) bisa menghancurkan tiga raja Fasis dunia, mengusir Prancis dari Vietnam, memukul mundur Nippon Jepang, dan memporakporandakan pasukan negara adidaya Amerika Serikat?

Perjuangan rakyat Vietnam memang luar biasa dengan kekuatannya sendiri Prancis yang pernah menjadi penguasa Eropa masa Napoleon Bonavorte harus bertekuk lutut dalam suatu petempuran di Lembah Dien Bien Phu. Suatu pertempuran yang merubah sejarah dan petan Indochina yang sebelumnya dijajah Prancis.

Pada tahun 1946, Perancis ingin membangun kembali pemerintahan kolonial mereka di Vietnam setelah tentara Jepang keluar dari Vietnam seusai perang dunia II, tetapi perlawanan pasukan Vietnam dan intensitas penyerangan pejuang Vietnam di bawah Jendela Vo Nguyen Giap terhadap kekuatan kolonial Perancis membuat Pasukan Prancis mundur terus menerus. 

Setelah sekian banyak kekalahan dalam pertempuran yang harus ditelan oleh tentara Prancis dengan tentara Viet Minh meyebabkan pasukan Prancis semakin semakin terdesak ke perbatasan Loas - Vietnam, maka pada Mei 1953 Perdana Menteri Prancis Rene Mayer menunjuk Henri Navarre, seorang kolega kepercayaannya, untuk mengambil tindakan untuk menciptakan kondisi-kondisi militer yang akan membawa Prancis kepada suatu solusi politik terhormat.

Tanggal 20 November 1953 Militer Prancis mulai melakukan mobilisasi kekuatan ke Vietnam. Navarre menempatkan sebanyak 16.000 pasukannya di Bien Phu, yaitu sebuah lembah pegunungan di sepanjang perbatasan Vietnam Utara dan Laos Utara geografis lembah pada dataran yang luas ini memungkinkan membangun pangkalan udara darurat. Lembah tersebut memiliki panjang 19 km dan lebar 13 km.

Comments (0)
Last Updated on Sunday, 14 March 2010 03:46 Read more...
 

Mesir Negara Pertama yang Secara Resmi Mendukung Kemerdekaan Indonesia

E-mail Print PDF

Oleh Heri Hidayat Makmun

Agus Salim dan M. Natsir di MesirSetelah proklamasi dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 oleh Ir. Soekarno dan Dr. Mohammad Hatta yang secara cepat tersebar ke berbagai penjuru negari dan bahkan dunia. Usaha ini dilakukan oleh H. Agus Salim dan kawan-kawan. Agus Salim, M. Natsir dan lain-lain berkeliling dari Negara-ke Negara untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan dunia.

Saat Delegasi resmi RI yang dipimpin oleh Agus Salim yang pada waktu itu menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mengunjungi Mesir untuk mendapatkan pengakuan dunia sejak proklamasi Kemerdekaan. Kunjungan ini menghasilkan perjanjian persahabatan RI dan Mesir (Juni, 1947). Tanggal 10 Juni 1947, Agus Salim berhasil mendapatkan dukungan Mesir untuk menjalin kekerabatan intim dengan Indonesia.

Dukungan ini cukup heroik dan penuh perjuangan. Pemerintah Mesir mengirim langsung konsul Jenderalnya di Bombay yang bernama Mohammad Abdul Mun’im ke Ibu Kota Negara, Yogyakarta, dengan menembus blokade Belanda untuk menyampaikan dokumen resmi pengakuan Mesir kepada Negara Republik Indonesia. Syukur perjalanan Mohammad Abdul Mun’im ke Yogyakarta yang penuh resiko ini berhasil sampai tujuan. Surat Resmi dari Pemerintah Mesir sampai ke tangan Presiden Soekarno.

Tidak hanya pemerintahannya saja, Rakyat Mesir pun bersimpati dengan perjuangan RI. Simpati ini berupa sebuah resolusi dari hasil rapat umum partai-partai politik dan organisasi massa pada 30 Juli 1947 Mesir. Dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh Presiden Tunisia, Habib Burguiba, Kepala Negara Maroko, Allal A Fassi. Isi hasil rapat umum rakyat Mesir tersebut yaitu: (1). Pemboikotan barang-barang buatan Belanda di seluruh negara-negara Arab; (2). Pemutusan hub diplomatik antara negara-negara Arab dan Belanda. (3). Penutupan pelabuhan-pelabuhan dan lapangan-lapangan terbang di wilayah Arab terhadap kapal-kapal dan pesawat-pesawat Belanda (secara konkret poin ini dilaksanakan di Terusan Suez); (3). Pembentukan tim-tim kesehatan untuk menolong korban-korban agresi Belanda. Rakyat Mesir juga mengirimkan misi Bulan Sabit Merah ke Indonesia lengkap dengan obat, alat kesehatan dan tim dokter.

Comments (0)
Last Updated on Sunday, 14 March 2010 00:57 Read more...
 

Kaum Nasionalis VS Kaum Penggadai Negeri

E-mail Print PDF

Oleh Sudirman

Ketika titik nadir perjuangan RI berada dalam titik menentukan para pejuang kemerdekaan RI seperti Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Sahrir, Chairul Saleh, M. Husni Tamrin, Agus Salim dan sebagainya harus berhadapan dengan orang yang sulit keluar dari ketergantungan materialisme. Penyakit moral hazard yang parah justru ada juga pada saat perjuangan seperti itu. Inilah percaturan ideology saat terjadi bentrokan dahsyat antara para pendukung nasionalis yang berideologi dan bercita-cita mendirikan kemerdekaan Indonesia dengan para palecur negeri yang pragmatis.

Perang isme yang satu untuk mendesign nation building sedangkan yang lain sedang membuncitkan perut dengan menjilat penjajah, untuk sekedar kucuran anggaran dari Pemerintah Hindia Belanda. Para pelacur negeri ini dari dulu zaman perjuangan kita sampai sekarang tidak akan pernah habisnya selama masih ada para pembelinya.

Kita masih ingat saat awal pembentukan Negara kita, saat sang Penjajah masih mencengkram di tanah kita, saat itu terjadi pemecahan wilayah Indonesia menjadi Negara-negara bagian yang dibnetuk oleh Belanda sebagai Negara boneka penajajah itu. Sebenarnya apa yang terjadi akibat pramatisme para pemimpin kita yang lebih loyal kepada Belanda dan melacurkan negeri ini demi keuntungan sesaat.

Comments (0)
Last Updated on Saturday, 13 March 2010 15:05 Read more...
 

Gerakan "Mengobok-Obok" NKRI

E-mail Print PDF

Oleh Heri Hidayat Makmun

Saya mengalami kekuatiran yang sangat dalam terhadap keutuhan bangsa ini. Bukan hal yang tidak mungkin lagi bagi anak bangsa yang prihatin dan memiliki kekuatiran yang tinggi terhadap resiko perpecahan pada NKRI. NKRI yang sulit dibangun dengan segala jerih payah dan cucuran darah para pahlawan kesuma bangsa kita digoyang dan dilepaskan emur keeratan kebangsaan dan nasionalisme kita dengan berbagai upaya yang sistemastis.

Mereka merangsak masuk pada sendi-sendi kekuatan kita dan melumerkan baja persatuan bangsa kita. Bagaikan virus yang menggerogoti pemikiran kita sendiri untuk pada akhirnya memberikan simpati pada usaha mereka. Seperti yang terjadi pada Timtim.

Hanya kebulatan tekad kita yang dapat meredam usaha-usaha tangan jahil imperialis yang masuk dan memecah belah, seperti cara-cara politik lama Belanda, devide et empera. Mereka berusaha memecah kita baik dari usaha di dalam dan diplomasi diluar. Negara adidaya mereka dekati dan negara tetangga yang berbatasi mereka kunjungi.

Mereka yang berusaha memecah-mecah dari dalam ini, berusaha secara sistematis untuk memberikan selalu peluang pada separatis RMS dan OPM. Para pemberontak ini jangan dianggap telah mati. Usaha-usaha mereka telah merangsak masuk justru pada sendi-sendi kekuatan kita.

Penerimaan personil baru TNI mulai distop, persenjataan yang usang tidak kunjung diperbaharui. Selain karena embargo senjata Amerika Serikat pada RI, juga dari gedung DPR melakukan embargo terhadap kucuran anggaran untuk pembelian senjata-senjata baru. Kesejahteraan TNI semakin tidak diperhatikan sementara. LSM asing makin bergerak bebas keluar masuk gedung DPR dan berbagai akses yang bertujuan melemahkan TNI. Garda terdepan pertahanan kita!

Comments (0)
Read more...
 

Penentangan Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia Terhadap Imperialisme Amerika Serikat

E-mail Print PDF
Oleh Sumantiri B. Sugeo

Pengumuman Presiden Meksiko, Felipe Calderon pada 23 Februari 2010 lalu untuk membentuk masyarakat negara-negara Amerika Latin dan Karibia pada Konperensi Tingkat Tinggi Grup Rio merupakan salah satu sebab dari tekanan-tekanan yang dirasakan oleh negara-negara Amerika Latin, seperti yang diberitakan kantor Berita Xinhua. Calderon juga menyatakan berbagai negara peserta memutuskan untuk membentuk masyarakat tersebut yang akan menjadi ruang bersama semua negara Amerika Latin dan Karibia dalam rangka pengintegrasian regional dari bangsa-bangsa yang senasib di Amerika Latin dan Karibia.

Demikian juga pada saat KTT Florida yang diselenggarakan oleh Organisasi Negara-negara Amerika (OAS), yaitu sebuah organisasi yang bermarkas di Washington DS, Amerika Serikat yang terdiri dari 35 negara-negara di Benua Amerika. Dalam KTT tersebut mayoritas anggota OAS menolak untuk mengadopsi usulan AS yang ingin memonitor demokrasi di Amerika Latin. Negara anggota menginginkan dan menegaskan kembali prinsip-prinsip non-intervensi dan saling menghormati yang sebelumnya sudah diterapkan OAS.

Kita tahu selama ini Amerika Serikat (AS) sangat tidak adil terhadap negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Hal-hal yang dilakukan AS di kawasan ini seperti pengambilan wilayah, perebutan pangkalan militer Kuba – Guantanamo, embago ekonomi ke Kuba, Bolivia, Venejuela dan Ekuador menjadi bukti kegagalan diplomasi AS di negara-negara Amerika Latin tersebut. Harga diri bangsa Amerika Latin yang merasa terjajah ini, bangkit dan memunculkan rasa persaudaraan senasib antar negara-negara di kawasan ini.

Comments (0)
Last Updated on Thursday, 11 March 2010 03:42 Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 25

Archive

Polls

Conten apakah yang paling Anda sukai?
 

Who's Online

We have 16 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday389
mod_vvisit_counterYesterday362
mod_vvisit_counterThis week751
mod_vvisit_counterLast week2804
mod_vvisit_counterThis month5329
mod_vvisit_counterLast month4025
mod_vvisit_counterAll days9354

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 38.107.191.86
,
Today: Mar 14, 2010
free counters TopOfBlogs

Latest News

Popular

Newsflash

Pidato Bung Tomo 10 November 1945 

Bismillahirrahmanirrahiim.....
MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia,
Terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya

Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamlet-pamlet yang memberikan suatu ancaman kepaDa kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara,
didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekali lagi telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi,
Pemuda-pemuda yang berasal dari pulau Bali,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
Pemudah Aceh, Pemuda Tapanuli, dan seluruh Pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung,
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara
Dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara Kita semuanya,
Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban Rakyat Indonesia,
Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
Ini jawaban Rakyat Surabaya..
Ini jawaban Pemuda Indonesia kepada koe sekalian
Hai tentara inggris!!!
Koe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu,
menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari Jepang untuk diserahkan keapda mu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa
koe sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada,
tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih,
maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!!!

Saudara-saudara rakyat Surabaya,
siaplah keadaan genting tetapi saja peringatkan sekali lagi, jangan mulau menembak,
baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.
Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.

Semboyan kita tetap: MERDEKA ATAU MATI.

Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara,
Tuhan akan melindungai kita sekalian.

Allahu Akbar...!! Allahu Akbar...! Allahu Akbar...!!!
MERDEKA!!!

( Bung Tomo )

Sumber Pidato : Pertempuran 10 November 1945 Kesaksian dan Pengalaman Seorang Aktor Sejarah Karya Bung Tomo (Sutomo)