Indonesia–Shenzhen Economic Forum dan Promosi TTI Terpadu untuk dorong Investasi dan Perdagangan
Thursday, 12 August 2010 14:35
Tim Admin Indonesian Voices
Sebagai salah satu bentuk terobosan baru dan langkah kongkrit untuk mempromosikan potensi dan kerjasama perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia di RRT, KBRI Beijing akan membentuk Indonesia-Shenzhen Economic Forum. Pembentukan Forum diharapkan akan secara langsung menghasilkan transaksi dagang dan investasi.
Konsep kerjasama inovatif ini disampaikan oleh Duta Besar RI untuk RRT, Imron Cotan ketika bertemu dengan Vice President CCPIT Shenzhen, Yongxin Tao dan sejumlah pengusaha RRT di kantor Council for the Promotion of International Trade (CCPIT), 10 Agustus 2010. Rencana ini didukung penuh oleh CCPIT Shenzhen yang sejak awal menginginkan adanya sebuah mekanisme kerjasama secara tetap dan saling menguntungkan.
Read more...
|
Konspirasi Oknum Koruptor Menghancurkan KPK
Thursday, 12 August 2010 12:02
Tim Admin Indonesian Voices
Oleh Sutono Subarkah
Saya berpikir-pikir secara keras, sebenarnya kenapa rakyat Indonesia sebagian besar miskin walaupun pembangunan telah berjalan selama 60 tahun lebih. Mengapa pergerakan ekonomi yang ada di RI ini masih jauh dari jangkauan sebagian besar rakyat Indonesia. Padahal begitu kaya asset darat dan laut nusantara ini. Mengapa demikian?
Jika lihat dari keberadaan Undang Undang Dasar kita telah menjamin kebersamaan akses ekonomi seperti pada pasal No. 33 UU 1945. Seharunya asset mineral pada perut bumi nusantara ini dapat mampu memberikan kesejahteraan, mampu memberikan kesempatan bagi seluruh generasi muda Indonesia dengan pendidikan yang layak minimal sampai S1, mampu memberikan pekerjaan pada semua rakyat Indonesia yang layak bukan dengan pergi ke negara jiran dan mendapatkan penganiyayaan, tetapi bekerja ditanah airnya sendiri secara layak, atau seandainya pun bekerja di luar negeri dengan keahlian dan pendidikan yang memadai.
Lantas kemana larinya asset mineral kita? Mengapa kita tidak sadar bahwa mineral kita sudah terkuras tanpa kita mendapatkan apa-apa? Siapa yang menikmatinya? Bagaimana caranya asset mineral kita bisa terkuras? Banyak sekali jawaban yang seharusnya kita peroleh dari berbagai keanehan ini. Apa yang salah dari bangsa kita?
Read more...
Menjegal Mafia Peradilan
Wednesday, 11 August 2010 04:17
Tim Admin Indonesian Voices
Oleh: Reza Syawawi
Negeri ini sepertinya telah dikuasai mafia. Hampir di setiap lembaga Negara, mafia menjalankan misinya. Tak terkecuali pada wilayah penegakan hukum. Rekayasa kasus menjadi kebiasaan yang sering meminta korban masyarakat. Dari tingkat paling bawah seperti kasus kepemilikan narkoba yang dialami Aan sampai kepada rekayasa kasus penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik (kasus Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah).
Kasus pegawai Ditjen Pajak Gayus yang menyeret banyak penegak hukum baik dari lingkungan kejaksaan (CS) sampai pada Hakim yang menyidangkan perkara (MA) menjadi bukti nyata keberadaan para mafia. Lembaga peradilan yang diharapkan menjadi benteng terakhir masyarakat untuk mendapatkan keadilan justru ikut menjadi aktor dalam komedi basi mafia peradilan. Tak cukup sampai disitu, pengungkapan terhadap mafia kasus di tubuh kepolisian oleh Susno Duadji menuai serangan balik dari orang-orang yang merasa terancam dengan "nyanyian" Susno.
Read more...
|
Kebohongan Publik dan Tidak Transparan Melawan UU Keterbukaan Informasi Publik
Wednesday, 11 August 2010 10:10
Tim Admin Indonesian Voices
Oleh Ramlan Buntoro
Aparatur pejabat negara harus paham, mengerti dan melaksanakan UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik). Hal ini penting mengingat masih banyaknya pejabat negara dan pemerintahan yang berusaha untuk mengelak dari kewajiban melakukan tranparansi pada lembaganya, walaupun publik menuntut hak informasi atas penyelenggaraan institusi yang dipimpinnya tersebut, oknum pejabat negara tersebut berusaha berbohong atau menutupi kebenaran. Pejabat negara terutama pemerintah harus mampu membedakan informasi yang termasuk informasi publik dan bukan informasi publik (informasi yang dikecualikan).
Rendahnya pemahaman para pejabat negara, baik pada pejabat pemerintah dan juga lembaga negara inilah yang menjadi penyebab dari tingginya tingkat korupsi di Indonesia. Ketidak tranparanan pejabat negara, bukan saja pada ketertutupan data-data yang seharusnya menjadi konsusmsi publik, tetapi juga pada pejabat negara yang melakukan pembohongan publik. Seperti informasi yang mereka berikan melalui pelaporan-pelaporan resmi yang terkait dengan dokumen negara dan pemerintahan, maupun pada waktu press conference, atau berbagai laporan dan informasi yang dibeberkan di depan publik lain seperti kepada DPR atau DPRD. Kebohongan publik dan ketertutupan keduanya mempunyai maksud yang sama, yaitu tidak memberikan informasi yang jujur dan sebenarnya kepada publik.Jelas oknum pejabat seperti ini berusaha melawan hukum dan undang-undang.
Read more...
Palestina, Satu-Satunya Anggota KAA yang Belum Merdeka
Wednesday, 11 August 2010 04:03
Tim Admin Indonesian Voices
Presiden Majelis Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly/APA), Marzuki Alie, mengatakan sebagian besar negara yang mengikuti Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, enam dekade lalu, telah merdeka. Satu-satunya yang belum merdeka, kata dia, adalah Palestina. Demikian wartawan Republika Harun Husein melaporkan dari Teheran.
Marzuki mengatakan komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina sudah sangat lama. Pada penyelenggaran KAA, misalnya, Indonesia hanya mengundang delegasi Palestina, dan tidak mengundang delegasi Israel yang telah menduduki wilayah Palestina sejak tahun 1948.
Indonesia, kata Marzuki, telah berulangkali berupaya agar isu Palestina selalu mendapat perhatian komunitas internasional. Pada tahun 2005, misalnya, Indonesia berhasil memasukkan isu Palestina dalam the New Asian-African Strategic Partnership (NAASP). Di bawah skema NAASP itulah, muncul agenda pemberian bantuan konkret kepada Palestina, yaitu pembangunan kapasitas (capacity building).
Last Updated on Wednesday, 11 August 2010 04:07
Read more...
|
|
|
|
|
|
Page 24 of 105 |