Mabes Polri Memberikan Tips Terhindar Hipnotis
Saturday, 28 August 2010 16:11
Tim Admin Indonesian Voices
Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri), Brigadir Jenderal Polisi Iskandar Hasan mengakui kejahatan menguras harta dengan menghipnotis korban saat ini memang tengah jadi pembicaraan, tepatnya setelah video perampokan kasir di sebuah toserba di Lampung tersebar luas ke masyarakat.
"Untuk masyarakat, agar terhindar dari kejahatan itu, sebaiknya jangan 'pamer' harta di tempat keramaian. Sebab, pelaku hipnotis biasanya akan cari sasaran orang hartanya bendanya mudah terlihat," kata Iskandar, Jumat malam.
Selain itu, warga juga diminta untuk menghindari percakapan dengan orang yang tidak dikenal. Sebab dari percakapan itulah, tubuh akan mudah dihipnotis.
Kalau memang harus memakai perhiasan berlebih, sebaiknya tingkatkan kepercayaan diri, pikiran jangan sampai kosong, dan sebagainya. Agar, pengaruh-pengaruh negatif yang ingin disusupkan pelaku hipnotis ke tubuh korbannya, terbelenggu . "Itulah tipe ringan dari saya," ungkap Iskandar.
Read more...
Bambang Widjoyanto : Kalau Itu yang Menjadi Taruhan (Mati : Red.), Saya Ikhlas
Thursday, 26 August 2010 22:10
Tim Admin Indonesian Voices
Bambang menyatakan siap berkorban jiwa raga jika terpilih menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat diwawancarai Panitia Seleksi (Pansel) bersama tujuh calon pimpinan KPK lainnya hari ini (26/8/2010), di gedung Kementrian Hukum dan HAM, Jakarta.
Bambang luluh dan berurai air mata ketika menjawab pertanyaan apakah dirinya tetap akan menjadi pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika mendapat ancaman baik jiwa maupun raga demi memberantas korupsi.
"Kalau terancam jiwa dan soft power, mampu diteruskan atau tidak (menjadi pimpinan KPK)," tanya anggota Panitia Seleksi (Pansel) Akhiar Salmi saat mewawancarai Bambang di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Kamis(26/8/2010).
Mendapat pertanyaan itu, Bambang mengisahkan pengalamannya ketika memberikan bantuan hukum di Papua saat dirinya masih aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) beberapa tahun silam. Dia menceritakan bagaimana dia akhirnya selamat ketika dirinya menjadi target pihak yang tidak suka akan kegiatannya.
Read more...
|
Diplomasi Indonesia Tidak Pernah Berhenti
Saturday, 28 August 2010 02:08
Tim Admin Indonesian Voices
Juru Bicara (Jubir) Kemlu RI, Teuku Faizasyah menyatakan bahwa diplomasi Indonesia tidak pernah berhenti dan selalu berjalan di berbagai bidang, walaupun penanganan isu dengan Malaysia tetap menjadi hal yang dikedepankan. Hal tersebut dikemukakan Jubir kepada media dalam pertemuan dengan kalangan pers, pagi ini (27/8) di Kemlu RI. Salah satu berita menggembirakan adalah adanya penambahan wilayah Indonesia yang hampir positif disetujui oleh Commission on the Limits of the Continental Shelf (CLCS) PBB.
Turut hadir pada pertemuan tersebut adalah Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional (Dirjen HPI), Arif Havas Oegroseno, dan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN (Dirjen ASEAN), Djauhari Oratmangun.
Menurut Dirjen HPI, perluasan wilayah Indonesia disetujui oleh Sub Komisi CLCS (Commission on the Limits of the Continental Shelf) PBB di New York, 12-17 Agustus 2010 lalu, dengan tambahan wilayah Landas Kontinen Indonesia sekitar 4.000 km2 di sebelah barat Sumatera.
Read more...
Mahfud MD: Korupsi adalah “Extra Ordinary Dosa”
Friday, 27 August 2010 07:55
Tim Admin Indonesian Voices
Korupsi sudah sangat merajalela. Ia sudah sangat merugikan bangsa dan negara. Karena ketamakan segelintir orang, sebagian besar rakyat menderita. Dan, lebih parah lagi, negara semakin rapuh dan hampir rubuh. Oleh karena itu, bagi para pelaku, hukuman yang pantas bukanlah yang biasa, tapi harus luar biasa. Salah satunya adalah hukuman mati.
Itulah salah satu gagasan yang muncul ketika Ketua Mahkamah Konstitusi, Moh. Mahfud MD, menjadi bintang tamu dalam acara Provocative Proactive yang ditayangkan Metro TV, Kamis (26/8) malam. Acara dengan setting obrolan warung kopi ini digawangi oleh empat sosok yang dianggap mewakili generasi muda, mereka: Pandji Pragiwaksono, Ronald Suryapradja, Raditya Dika, dan Jeflo. Malam itu isu yang diangkat adalah tentang korupsi.
Pada kesempatan tersebut, Mahfud menyatakan sikap dan pandangannya tentang fenomena korupsi di Indonesia. Ia menyoroti korupsi dari segi pengaturan hingga penegakan hukumnya. Menurut Mahfud, hukuman mati bagi koruptor sudah diakomodir oleh undang-undang, namun keberlakuan hukuman mati itu hanya bisa diterapkan pada kondisi tertentu saja. “Hanya berlaku bagi keadaan tertentu saja,” ujarnya.
Read more...
|