Indonesian peoples thing..

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Indonesian People's Voices. Have contents about Indonesian Voices Article, Opinion and Information about Awareness! and waking up! Indonesian Peoples. Indonesian Voices for Good Government Governance, How are Indonesian and other country connetion? History about The freedom of Indonesia. Indonesian movement on Indonesian Anti imperialism for Asian African Conference until now. Information of Indonesian Struggle for Indonesian Integration and Unity. Indonesian Voices for World Peace and Justice. Indonesian Voices English Version.

Home

Mesir Negara Pertama yang Secara Resmi Mendukung Kemerdekaan Indonesia

E-mail Print PDF
User Rating: / 3
PoorBest 

Oleh Heri Hidayat Makmun

Agus Salim dan M. Natsir di MesirSetelah proklamasi dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 oleh Ir. Soekarno dan Dr. Mohammad Hatta yang secara cepat tersebar ke berbagai penjuru negari dan bahkan dunia. Usaha ini dilakukan oleh H. Agus Salim dan kawan-kawan. Agus Salim, M. Natsir dan lain-lain berkeliling dari Negara-ke Negara untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan dunia.

Saat Delegasi resmi RI yang dipimpin oleh Agus Salim yang pada waktu itu menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mengunjungi Mesir untuk mendapatkan pengakuan dunia sejak proklamasi Kemerdekaan. Kunjungan ini menghasilkan perjanjian persahabatan RI dan Mesir (Juni, 1947). Tanggal 10 Juni 1947, Agus Salim berhasil mendapatkan dukungan Mesir untuk menjalin kekerabatan intim dengan Indonesia.

Dukungan ini cukup heroik dan penuh perjuangan. Pemerintah Mesir mengirim langsung konsul Jenderalnya di Bombay yang bernama Mohammad Abdul Mun’im ke Ibu Kota Negara, Yogyakarta, dengan menembus blokade Belanda untuk menyampaikan dokumen resmi pengakuan Mesir kepada Negara Republik Indonesia. Syukur perjalanan Mohammad Abdul Mun’im ke Yogyakarta yang penuh resiko ini berhasil sampai tujuan. Surat Resmi dari Pemerintah Mesir sampai ke tangan Presiden Soekarno.

Tidak hanya pemerintahannya saja, Rakyat Mesir pun bersimpati dengan perjuangan RI. Simpati ini berupa sebuah resolusi dari hasil rapat umum partai-partai politik dan organisasi massa pada 30 Juli 1947 Mesir. Dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh Presiden Tunisia, Habib Burguiba, Kepala Negara Maroko, Allal A Fassi. Isi hasil rapat umum rakyat Mesir tersebut yaitu: (1). Pemboikotan barang-barang buatan Belanda di seluruh negara-negara Arab; (2). Pemutusan hub diplomatik antara negara-negara Arab dan Belanda. (3). Penutupan pelabuhan-pelabuhan dan lapangan-lapangan terbang di wilayah Arab terhadap kapal-kapal dan pesawat-pesawat Belanda (secara konkret poin ini dilaksanakan di Terusan Suez); (3). Pembentukan tim-tim kesehatan untuk menolong korban-korban agresi Belanda. Rakyat Mesir juga mengirimkan misi Bulan Sabit Merah ke Indonesia lengkap dengan obat, alat kesehatan dan tim dokter.

Sebelum berangkat ke Mesir, Agus Salim sudah terlebih dahulu berangkat ke New Delhi, India, yaitu pada akhir Maret 1947. Dalam kunjungannya tersebut Agus Salim sudah berada di New Delhi, India. Kunjungannya ini tidak hanya untuk mencari dukungan internasional tetapi juga sebagai penasehat delegasi kontingen Indonesia dalam Inter-Asian Relations Conference (Konferensi Hubungan Antar-Asia). Kesempatan ini digunakan oleh Agus Salim untuk memperkenalkan Indonesia dalam pergaulan internasional. Kesempatan ini digunakan untuk menjalin hubungan dan berdialog dengan para pemimpin India, baik yang tergabung dalam Indian National Congress seperti Jawaharlal Nehru, maupun tokoh-tokoh politik Indonesia semisal Muhammad Ali Jinnah dari All-India Moslem League. Sebelum pernyataan resmi para tokoh nasional India ini bersimpati dan memberikan dukungan atas kemerdekaan Indonesia.

Untuk menghaturkan rasa terima kasih, pemerintah Soekarno mengirim delegasi resmi ke Mesir pada tanggal 7 April 1946. Ini adalah delegasi pemerintah RI pertama yang ke luar negeri. Mesir adalah negara pertama yang disinggahi delegasi tersebut. Tanggal 26 April 1946 delegasi pemerintah RI kembali tiba di Kairo. Beda dengan kedatangan pertama yang berjalan singkat, yang kedua ini lebih intens. Di Hotel Heliopolis Palace, Kairo, sejumlah pejabat tinggi Mesir dan Dunia Arab mendatangi delegasi RI untuk menyampaikan rasa simpati. Selain pejabat negara, sejumlah pemimpin partai dan organisasi juga hadir. Termasuk Ulama Mesir yang disegani, Hasan al Banna.

Setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia, diikuti serius oleh setiap penduduk Mesir maupun di Timur Tengah pada umumnya. Para mahasiswa Indonesia yang saat itu tengah berjuang di Mesir dengan jalan diplomasi revolusi, senantiasa menjaga kontak dengan para tokoh Mesir.

Ketika Belanda melancarkan agresi Militer I (21 Juli 1947) atas Indonesia, para mahasiswa Indonesia di Mesir dan aktivis pemuda Mesir menggalang aksi pemboikotan terhadap kapal-kapal Belanda yang memasuki selat Suez. Walau Mesir terikat perjanjian 1888 yang memberi kebebasan bagi siapa saja untuk bisa lewat terusan Suez, namun keberanian para buruh Mesir tersebut yang menguasai Suez dan Port Said berhasil memboikot kapal-kapal Belanda.

Pada tanggal 9 Agustus 1947, rombongan kapal Belanda yang dipimpin kapal kapal Volendam tiba di Port Said. Ribuan rakyat Mesir yang sangat bersimpati pada perjuangan kemerdekaan Indonesia yang kebanyakan terdiri dari para buruh pelabuhan, telah berkumpul di pelabuhan utara kota Ismailiyah itu. Puluhan motor boat dan motor kecil sengaja berkeliaran di permukaan air guna menghalangi motor-boat motor-boat kepunyaan perusahaan-perusahaan asing yang ingin menyuplai air minum dan makanan kepada kapal Belanda itu.

Bagi RI perjanjian ini adalah suatu dukungan moral yang tinggi, karena dengan perjanjian ini kehadiran RI diakui secara resmi dalam pergaulan internasional. Mesir akan selalu dikenang sebagai negara yang pertama kali mengakui kedaulatan RI. Setelah itu menyusul perjanjian persahabatan dengan Suriah (3 Juli 1947) dan Lebanon (9 Juli 1947) serta Irak.

Tidak lama setelah Mesir dukungannya, negara-negara Timur Tengah lain juga ikut memberikan dukungan, seperti Arab Saudi, Palestina, Libanon, Yaman, Afghanistan, India, dan Burma. Kemudian organisasi internasional di Timur Tengah, Liga Arab (Arab League) juga berperan penting dalam Pengakuan RI. Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab (Arab League) supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.

Negara-negara tersebut merupakan Negara yang istimewa karena secara diplomatis memberikan dukungan pertama sekali saat RI membutuhkan kekuatan moril dalam kancah Internasional yang baru dimulai. Apalagi kekuatan diplomasi Belanda juga genjar dilakukan dinegara-negara Eropa Barat, seperti Inggris yang setara tegas mendukung posisi Belanda untuk tetap bertahan di Hindia Belanda, demikian juga dengan mayoritas negara-negara di Eropa Barat. Negara-negara anggota yang tergabung dalam South West Pasific Command (SWPC) yang tergabung dalam negara pemenang perang dunia II juga sangat mendukung pembentukan kembali Pemerintah Hindia Belanda. Terbukti SWPC yang dipimpin Jenderal McArthur (AS) membentuk South East Asia Command (SEAC) di bawah pimpinan Laksamana Lord Mountbatten (Inggris) untuk kembali membawa NICA Belanda ke Indonesia yang menyebabkan perang-perang besar paska proklamasi 17 Agustus 1945.

Hal ini memunculkan kompetisi untuk merebut hati Negara untuk mendapatkan dukungan baik dari pihak Indonesia maupun dari Pihak Belanda. Kondisi ini sangat di pahami oleh Agus Salim dan kawan-kawan, tetapi kepiawaian diplomasi Agus Salim memang luar biasa. Kemahiran Agus Salim dalam mengolah kalimat tidak lepas dari asal tanah kelahirannya, yakni Minangkabau yang ahli dalam berpantun, sair dan bercakap sebagai modal diplomasi politik yang dilakukannya.

Perjuangan hak kedaulatan bangsa berhasil menyudutkan Belanda dalam percaturan politik internasional. Negara-negara sahabat yang bersimpati terhadap perjuangan Indonesia tersebut berhasil membawa masalah Indonesia ke Sidang Dewan Keamanan PBB. Belanda bukan saja gagal total menjadikan perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai "masalah dalam negeri", tetapi juga harus menerima perantara internasional untuk menyelesaikan konflik dua bangsa.

 
Blackberry Melanggar UU, Pemerintah Ancam Tutup Layanan Blackbarry di Indonesia
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengancam akan menutup layanan Blackberry di Indonesia bila produsennya, Research in Motion (RIM), menolak untuk memblokir konten porn [ ... ]


Menjaga dan Melestarikan Laut Perlu Kerjasama Semua Pihak
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Tingkat pencemaran di beberapa wilayah perairan Indonesia pada saat ini telah berada pada kondisi yang tidak terkendali, serta laju sedimentasi yang masuk ke perairan juga terus meningkat. Sementara i [ ... ]


Berita Umum Nasional
Puncak Mudik Diperkirakan Jumat
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Lonjakan arus mudik di jalan raya terus menunjukkan peningkatannya. Hari ini, Jumat (18/9) diperkirakan akan menjadi puncak kegiatan arus mudik Lebaran 2009 (1430 H). Pergerakan kendaraan di beberapa  [ ... ]


Dapatkan Informasi Mudik di RTTMC
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Untuk memberikan info-info terkini seputar mudik pada Lebaran tahun 2010 ini, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat membentuk Road Transport & Traffic Management Ce [ ... ]


Info Mudik Lebaran
Indonesia dan Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah melalui Jalur Diplomasi
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation(JCBC) RI-Malaysia telah berlangsung pada 6 September 2010 di Kota Kinabalu, Malaysia dipimpin oleh Menlu RI, R.M. Marty M. Natalegawa, dan Menlu Ma [ ... ]


RI - Malaysia Bertemu, Bahas Perbatasan Laut dan Insiden Perairan Bintan
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pertemuan Menlu RI - Malaysia di Kota Kinabalu membahas perlindungan WNI/TKI di Malaysia, dan bukan saja membahas mengenai perbatasan laut dan insiden perairan Bintan yang terjadi 13 Agustus 2010 da [ ... ]


Berita Umum Internasional
Pembiaran Aparat Keamanan Membuat Gerakan RMS Semakin Berani
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Gerakan dan aksi Republik Maluku Selatan (RMS) semakin lama semakin berani ini terbukti saat. Frans Sinmiasa diduga juga berperan penting dalam rencana pengibaran bendera "benang raja" saat puncak Sa [ ... ]


RMS Dan OPM Diduga Terkait Jaringan Multinasional Anti NKRI
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) disinyalir merupakan jaringan multinasional untuk merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Presidium ICMI Mud [ ... ]


Memperkokoh NKRI
Lebih dari 100.000 Warga Prancis Protes Pengusiran Etnis Minoritas Romania oleh Sarkozy
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Kebijakan Presiden Nicolas Sarkozy dianggap sebagai perlakuan yang sangat rasis, saat Pemerintah Prancis mengusir ribuan orang Rumania dengan alasan belum dapat diterima umum.  Kebijakan ini memicu p [ ... ]


Komnas HAM : Terjadi Pelanggaran HAM Serius pada Kasus Buol Berdarah
03/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sementara ini telah mengidentifikasi beberapa bentuk indikasi pelanggran hak asasi di Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan menilai telah terjadi pelangga [ ... ]


Isu Kemerdekaan Universal
LMB Karimun Sesalkan Provokasi Perang dengan Malaysia
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Laskar Melayu Bersatu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyesalkan aksi provokasi menentang Malaysia yang dilakukan beberapa kelompok massa di tanah air terkait insiden Tanjung Berakit, Bint [ ... ]


PKB : Perang dengan Malaysia Tidak Ada Gunanya
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Ketua umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar menyatakan menolak perang dengan Malaysia, karena perang itu dianggap tidak ada gunanya. Pihaknya lebih menitikberatkan kepada diplomasi yang akan dilakukan pem [ ... ]


Isu Gerakan Anti Perang
Perang Semakin Sulit, Obama dan Sekjen NATO Bertemu
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Meningkatnya tantangan perang di Afghanistan yang ditandai dengan peningkatan jumlah tentara ISAF yang tewas, penurunan dukungan masyarakat internasional, dan peningkatan penolakan rakyat AS membuat P [ ... ]


Obama Salah Ucap yang Berakibat Perubahan Kebijakan
02/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang biasanya fasih berpidato dan memiliki kemampuan verbal yangn tinggi untuk mengangkat kalimat demi kalimat dengan sangat baik, tetapi ternyata bisa salah ucap [ ... ]


Isu Perang Afghanistan
Indonesia Akan Menambah Kapal Selam
26/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Armada kapal selama yang dimiliki oleh Indonesia yang hanya dua buah, dianggap kurang baik untuk melakukan patroli laut, dan rencananya dalam waktu dekat ini akan dilakukan penambahan.

"Kami akan menam [ ... ]


Membangun Manjemen Komunikasi Strategi Pertahanan Dalam Alam Demokrasi untuk Mempertahankan Keutuhan Wilayah dan Menegakkan Kedaulatan Negara
25/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Era globalisasi dimana suatu era yang serba terbuka telah melahirkan demokratisasi yang dalam prakteknya diapresiasikan dengan kebebasan menyampaikan pendapat. Keterbukaan terutama akses informasi men [ ... ]


Isu Militer dan Pertahanan
Pejabat Sebaiknya Menolak Gratifikasi
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Para penyelenggara negara atau pegawai negeri sebaiknya tidak menerima gratifikasi, alih-alih bisa terkena pasal suap. Gratifikasi, belakangan ini semakin sering kita dengar, terutama setelah Komisi P [ ... ]


Demi Membersihkan Institusi Kepolisian, Pemerintah Meksiko PHK Ribuan Polisi Korup
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Mungkin hal ini bisa menjadi pejaran baik bagi Indonesia. Usaha melawan korupsi tidak dilakukan setengah-setengah yang dibuktikan dengan kebijakan Pemerintah di Meksiko untuk memecat hampir 10 persen  [ ... ]


Melawan Korupsi
Netralitas Birokrasi Pemerintah Harus Terus Dibudayakan
29/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur negara, abdi masyarakat , dan dalam tugas sehari-hari berada dalam mesin birokrasi pemerintahan, tetapi netralitas birokrasi pemerintahan terhadap kekuatan  [ ... ]


Anas Urbaningrum:Pemilihan Kepala Daerah Langsung Oleh Rakyat Lebih Baik dari Pada DPRD
24/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan, pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat lebih baik bagi pembangunan demokrasi daripada dipilih DPRD.

"Kami ti [ ... ]


Isu Demokrasi

Isu Ekonomi

BSN Rancang Empat Kegiatan Prioritas
06/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Badan Standardisasi Nasional  (BSN)  merancang    empat kegiatan prioritas bidang, yakni Pengembangan Sistem Nasional    Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, Perumusan Standar, Peningkatan [ ... ]


BI Lakukan Langkah Antisipatif Hadapi Tekanan Inflasi
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, Ekonomi Indonesia masih menghadapi risiko tekanan inflasi yang berasal dari berbagai sumber. Hal tersebut disampaikannya pada rapat kerja d [ ... ]


Isu Ekonomi Lainnya

Wacana Redenominasi

Redenominasi Membangun Tembok Besar dan Tinggi Untuk Melindungi Nilai Rupiah
09/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Saya terus terang Selama ini selalu mengkritisi kinerja pemerintah secara serius, tetapi untuk kali ini ketika wacana redenominasi ini saya sontak langsung girang. Mengapa bi [ ... ]


Redenominasi Tidak Sama Dengen Sanering
05/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Setelah terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasuton membuat gebrakan, walaupun ini baru sekedar wacana yang muncul di kalangan BI saja. Wacana yang dilontarkan g [ ... ]


Bursa Saham

Keabsahan Penggunaan Barang Milik Negara sebagai Underlying Asset SBSN Diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi
05/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Pengaturan penggunaan Barang Milik Negara (BMN) sebagai underlying asset  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga [ ... ]


Bursa Saham

Isu Good Governance

Revitalisasi Industri Benih untuk Memperkuat Ketahanan Pangan
04/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Dalam rangka mengidentifikasi masalah perbenihan nasional khususnya pada kegiatan Revitalisasi Pupuk dan Benih Nasional, 2 September kemarin, I Wayan Budiastra, Asisten Deputi Urusan Kompetensi Kelemb [ ... ]


Stop Kebiasaan Berorientasi Proyek
01/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tasdik Kinanto mengatakan, aparatur negara harus meninggalkan kebiasaan lama, yakni bila proyek berakhir maka berakhir pul [ ... ]


Isu Good Governance Lainnya

Isu ASEAN

ASEAN dan AS Bertemu 24 September
03/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Krisis ekonomi AS menyebabkan Presiden AS Barack Obama membuka torobosan-terobosan baru. AS tidak harus dengan masyarakat Eropa saja, atau Timur Tengah saja tetapi sudah mulai melihat kawasan Asia Ten [ ... ]


Apresiasi Negara-negara ASEAN Atas Peran Indonesia sebagai Problem Solver
03/09/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

“Negara-negara ASEAN, melihat Indonesia sebagai negara yang mampu menengahi permasalahan-permasalahan di ASEAN. Sebagai Negara, yang mampu memayungi negara-negara ASEAN untuk bisa bekerja sama,” d [ ... ]


Isu ASEAN

Sejarah Nusantara

Kutai, Kerajaan Pertama Nusantara
05/08/2010 | Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti yang ditulis diatas yupa (tugu batu) yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunak [ ... ]


Akhir Kejayaan Singasari
14/07/2010 | Tim Admin Indonesian Voices

Menurut Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu  (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu mu [ ... ]


Sejarah Nusantara

Who's Online

We have 77 guests online
Mari Dukung Pemberangtasan Korupsi Di Indonesia!
free counters TopOfBlogs

Latest News

Popular

Sejarah Kemerdekaan

Perjuangan Raden Intan dan Raden Imba Melawan VOC di Lampung (1825-1860)
Tim Admin Indonesian Voices

Radin Intan II adalah salah satu pahlawan nasional dari Propinsi Lampung yang yang memimpin perlawanan rakyat Lampung ketika melawan penjajahan Belanda. Atas jasa dan pengorbanannya dalam membela kepe [ ... ]


Karawang Pusat Lumbung Padi Pasukan Sultan Agung Melawan VOC, 1628- 1629
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Ahmad Sanusi Sultan Agung (memerintah 1613-1646), raja terbesar dari Mataram, menggantikan ayahandanya, Panembahan Seda (ing) Krapyak, setelah ayahandanya ini wafat pada tahun 1613. Dalam kenyat [ ... ]


Sejarah Kota Yogyakarta yang Pernah Menjadi Ibu Kota RI
Tim Admin Indonesian Voices


Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi. Selain itu kota ini adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Paku Alam. Kota ya [ ... ]


Perjuangan Revolusi Panglima Besar Jenderal Soedirman
Tim Admin Indonesian Voices

Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) yang lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916.  Sejak kecil merupakan seorang santri yang taat dan soleh. Kecintaanya kepada rakyat dan ta [ ... ]


Perjuangan Panjang Maluku Terhadap Kolonialisasi Eropa
Tim Admin Indonesian Voices


Maluku merupakan salah satu propinsi tertua dalam sejarah Indonesia merdeka, dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Secara hi [ ... ]


Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada, 19 September 1945
Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Para Pemuda dan Mahasiswa yang memiliki rencana tersebut, dengan semangat juang tinggi yang menggunakan nama panitia “Komite aksi”, menganggap Pemerintah harus didesak dan dimotivasi terus agar sa [ ... ]


Peran AS, Inggris dan Australia Membantu NICA Menjajah Indonesia
Tim Admin Indonesian Voices

Setelah berakhirnya perang dunia II dan Jepang bertekuk lutut kepada Sekutu memberikan berbagai implikasi. Salah satunya adalah status negara-negara yang sebelum Jepang masuk ke berbagai negara di kaw [ ... ]


Aksi-Aksi Soekarno yang Bersejarah
Tim Admin Indonesian Voices

1945, Agustus
Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada hari Jumat, 17 Agustus, pukul 10 pagi di Pegangsaan Timur (sekarang Jalan Proklamasi), Jakarta. Kabinet pertama R [ ... ]


Tentara Australia Membonceng NICA ke Pulau Kalimantan
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Pada bulan Oktober 1945, pesawat-pesawat udara Australia menyebarkan pamlet-pamlet berbahasa Indonesia dan dayak untuk memaklumatkan bahwa Markas Tertinggi Sekutu di Asia dan  [ ... ]


Kronologis Gerilya TNI Sebelum Serangan 1 Maret 1949 Ke Yogyakarta
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat MakmunBerhasilnya tentara Belanda menduduki tempat-tempat penting di kota Yogyakarta dalam waktu relatif singkat, menimbulkan kesan yang dalam pada masyarakat dan dunia interanasiona [ ... ]


Mesir Negara Pertama yang Secara Resmi Mendukung Kemerdekaan Indonesia
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Setelah proklamasi dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 oleh Ir. Soekarno dan Dr. Mohammad Hatta yang secara cepat tersebar ke berbagai penjuru negari dan bahkan d [ ... ]


Kembaliannya Papua Barat Ke RI
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun Dalam usaha untuk melakuakan Pembebasan Irian Barat (Papua Barat sekarang ini), maka dilaksankanlah Operasi Trikora pada tahun 1961. Konflik Indonesia Belanda ini berjalan s [ ... ]


Menentang Perjanjian Postdam yang Mengembalikan Indonesia ke Penjajahan Belanda
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Heri Hidayat Makmun
Perjuangan bawah tanah yang dilakukan para pejuang seperti Sutan Sjahrir, Soekarni, Chairoel Saleh, Adam Malik dan beberapa orang lainnya menyebabkan mereka mendapatkan akse [ ... ]


Penderitaan Bumi Putra Masa Tanam Paksa Hindia Belanda
Tim Admin Indonesian Voices

Oleh Sumantiri B. Sugeo
Pada masa VOC berkuasa dan menghujamkan penjajahan di nusantara. Masa-masa sulit bangsa dan rakyat Indonesia adalah pada masa tanam paksa. Hal ini terjadi saat kekuasaan VOC [ ... ]


Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948
Tim Admin Indonesian Voices
article thumbnail

Oleh Sumantiri B. Sugeo dan Heri Hidayat Makmun

Masa paling keras kedua setelah perang Surabaya pada 10 November 1945 adalah pertempuran para pejuang Republik Indonesia dalam menghadapi Agresi Militer [ ... ]


Isu Gerakan Anti Perang